Judul Penelitian :
Tingkat Suku Bunga dan Inflasi Pengaruhnya Terhadap Return On Asset (ROA)
Pada Industri Perbankan Yang Go Public Di Bursa Efek Indonesia
Pada Industri Perbankan Yang Go Public Di Bursa Efek Indonesia
Nama Peneliti :
Glenda Kalengkongan
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Manajemen
Universitas Sam Ratulangi Manado
e-mail : Glusye@yahoo.co.id
ISSN 2303-1174
Jurnal EMBA Vol. 1 No. 4 Desember 2013. Hal 737 - 747
ABSTRAKSI
Perkembangan
perekonomian yang semakin pesat meningkatkan upaya perusahaan perbankan untuk menunjang
kelancaran kegiatan operasinya. Industri perbankan yang go public di BEI meneliti
tentang pengaruh tingkat suku bunga dan inflasi terhadap return on asset (ROA).
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisa pengaruh tingkat suku
bunga dan inflasi terhadap Retun On Asset (ROA) pada industri perbankan. Populasi
yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan pemerintah yang
terdaftar di BEI dari tahun 2009 sampai tahun 2011, dan sampel yang memenuhi
kriteria sebanyak 4 bank pemerintah. Metode analisis yang digunakan adalah
regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial dan simultan
tingkat suku bunga dan inflasi berpengaruh terhadap profitabilitas yang diukur
dengan ROA. Tingkat suku bunga berpengaruh signifikan dan positif terhadap
profitabilitas yang diukur dengan ROA, dan Inflasi berpengaruh signifikan dan negative
terhadap profitabilitas yang diukur dengan ROA menunjukkan tinggi rendahnya inflasi
menyebabkan lambannya pergerakan aset makro. Bank pemerintah dapat menstabilkan
nilai tingkat suku bunga dan inflasi terhadap keuangan perbankan sehingga
perusahaan dapat meningkatkan laba.
PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Industri
perbankan Indonesia dihadapkan pada masalah ketidakpastian baik mengenai tingkat
suku bunga dan inflasi. Pinjaman kredit yang disalurkan oleh bank digunakan
untuk pembangunan ekonomi. Pengelolaan aktiva dan pasiva sangat penting bagi
manajemen keuangan bank. Kegiatan yang terdapat pada sisi aktiva meliputi
penyaluran dana masyarakat atau nasabah, sedangkan pada sisi pasiva kegiatan bank
meliputi penghimpunan dana dari masyarakat seperti tabungan, giro dan deposito.
Suyatno (2005:153)
mendefinisikan bahwa bank merupakan suatu bentuk badan usaha yang menghimpun
dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat
untuk meningkatkan taraf hidup rakyat. Melalui perkreditan dan berbagai jasa
yang diberikan, bank melayani kebutuhan pembiayaan serta melancarkan mekanisme
sistem bagi semua sektor perekonomian, bank melancarkan arus barang dan jasa
dari produsen kepada konsumen.
Perkembangan
tingkat suku bunga yang ditetapkan oleh bank dapat dipengaruhi oleh faktor internal
dan eksternal bank. Faktor internal meliputi struktur aktiva produktif bank
yang sebagian returnnya sangat dipengaruhi oleh fluktuasi suku bunga SBI,
sedangkan faktor eksternal yang berpengaruh pada banyaknya nasabah yang masih
menunggu penurunan tingkat suku bunga sebelum mengajukan pinjaman kepada bank.
Salah satu pendekatan dalam menganalisa manajemen keuangan adalah melalui
pendekatan neraca dengan melihat secara utuh sebagai satu kesatuan.
Tinggi
rendahnya tingkat inflasi dinilai memberi pengaruh positif maupun negatif
terhadap pergerakan harga saham sesuai dengan tingkat inflasi itu sendiri.
Tingkat inflasi yang tinggi akan menurunkan harga saham aset perbankan,
sementara tingkat inflasi yang sangat rendah akan menyebabkan pertumbuhan
ekonomi menjadi sangat lamban sehingga pada akhirnya berpengaruh terhadap
lambannya pergerakan aset perbankan (Samsul, 2006:201).
Bank persero
merupakan bank pemerintah sebagian besar seluruh saham perusahaan dimiliki oleh
pemerintah indonesia atau BUMN (badan usaha milik negara Indonesia). Undang-undang
Nomor 19 Tahun 2003 mendefinisikan BUMN merupakan badan usaha yang seluruh atau
sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara bertujuan untuk menyediakan barang
atau jasa bagi masyarakat.
Tujuan
Penelitian
Untuk menganalisa
apakah tingkat suku bunga dan inflasi berpengaruh secara simultan dan parsial terhadap
Return On Asset (ROA) pada bank
pemerintah di Bursa Efek Indonesia.
TINJAUAN
PUSTAKA
Return On
Asset (ROA)
Fahmi (2011:2)
berpendapat bahwa kinerja keuangan adalah
suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan
dengan menggunakan aturan – aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar.
Penelitian ini menggunakan kinerja keuangan dari sisi profitabilitas yaitu return
on asset (ROA), dimana ROA memfokuskan kemampuan perusahaan untuk memperoleh earning
dalam operasi perusahaan. Semakin besar tingkat ROA menunjukkan kinerja keuangan
yang semakin baik, karena tingkat kembalian returnnya
semakin besar. Rasio ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
ROA = Laba
setelah pajak
Total aset x 100%
Suku Bunga dan Inflasi
Dendawijaya (2006:103)
tingkat suku bunga merupakan salah satu instrument konvensional untuk mengendalikan
laju inflasi, dimana inflasi yang tinggi akan menyebabkan menurunnya profitabilitas
suatu perusahaan. Suku bunga dibedakan menjadi dua macam yaitu suku bunga nominal
adalah tingkat bunga yang dapat dilihat diamati dalam pasar, dan suku bunga
rill adalah konsep mengukur tingkat bunga setelah suku bunga nominal dikurangi
dengan laju inflasi yang diharapkan. Sedangkan menurut Kasmir (2010:40)
menjelaskan suku bunga adalah bunga yang diberikan kepada para peminjam atau
nasabah atas harga yang harus dibayar kepada pihak bank. Faktor yang
mempengaruhi penetapan tingkat suku bunga yaitu: kebutuhan dana, jangka waktu, target
laba yang diinginkan, kualitas jaminan, kebijaksanaan pemerintah, reputasi
perusahaan, hubungan baik, dan produk yang kompetitif
Abdullah
(2010:60), mendefinisikan inflasi sebagai suatu keadaan yang mengindikasikan
semakin melemahnya daya beli yang diikuti dengan merosotnya nilai rill mata
uang suatu negara. Penyebab terjadinya inflasi terbagi dalam tiga bagian yaitu
: (a) tarikan permintaan (demand - pull
inflation), terjadi apabila permintaan agregat meningkat lebih cepat dibandingkan
dengan potensi produktif perekonomian. (b) dorongan biaya (cost - push inflation), terjadi apabila adanya depresiasi nilai
tukar, peningkatan harga - harga komoditi yang diatur oleh pemerintah dan terganggunya
distribusi. Sedangkan (c) ekspektasi inflasi (inflation expectation), terjadi apabila perilaku masyarakat dan pelaku
ekonomi lebih cenderung bersifat adaptif (forward
looking).
Kasmir
(2010:40) menyatakan inflasi adalah proses kenaikan harga barang secara umum
dan terus menerus dalam waktu periode yang diukur dengan menggunakan indeks
harga. Tingkat pengembalian investasi saham berkorelasi positif dengan nilai
rill dan tingkat pengembalian investasi berkorelasi negative dengan tingkat
suku bunga dan inflasi. Indeks harga dalam mengukur inflasi antara lain: (a) indeks
harga konsumen, digunakan untuk mengukur biaya -biaya barang dan jasa yang
dibeli untuk menunjang kebutuhan hidup sehari – hari dengan perubahan indeksharga
dari tahun ketahun. (b) indeks perdagangan besar, merupakan usaha yang menitik
beratkan pada sejumlah barang pada tingkat perdagangan besar. Ini berarti harga
bahan mentah atau bahan jadi masuk dalam perhitungan indeks harga, dan (c) gross
net product (GNP) deflator, merupakan suatu jenis indeks harga yang sangat
berbeda dengan dua jenis indeks diatas yang mencangkup dalam jumlah barang dan jasa
yang jumlah perhitungannya menjadi lebih banyak dibanding dengan dua indeks
diatas.
Fungsi
keuangan erat hubungannya dengan berbagai fungsi lain yang menyebabkan fungsi keuangan merupakan aspek yang sangat penting
dalam mengatur tingkat suku bunga dan aset dalam perusahaan, sedangkan tugas
manajemen keuangan adalah mengambil keputusan investasi, pendanaan dan likuiditas
dengan tujuan memaksimumkan kemakmuran pemegang saham.
Laporan Keuangan
Laporan
keuangan merupakan ikhtisiar mengenai keadaan keuangan suatu perusahaan pada saat
tertentu. Laporan keuangan dapat menyediakan informasi posisi keuangan dan
kinerja keuangan masa lalu, sekarang dan dimasa yang akan datang. Munawir
(2009:21) berpendapat bahwa laporan keuangan dapat menyediakan infomasi antara
lain pengambilan keputusan investasi, keputusan pemberian kredit, penilaian aliran
kas, penilaian sumber ekonomi, menganalisa perubahan yang terjadi terhadap
sumber dana, melakukan klaim terhadap sumberdana, dan menganalisa penggunaan dana.
Hanafi
(2008:45) laporan keuangan yang digunakan untuk perbandingan internal yaitu membandingkan
kinerja keuangan saat ini dengan kinerja keuangan keuangan pada masa lalu dan
yang akan datang dalam suatu perusahaan. Sedangkan perbandingan eksternal yaitu
membandingkan kinerja keuangan perusahaan dengan perusahaan yang sejenis dengan
rata –rata industri pada saat yang sama.
Kerangka Konseptual
Hipotesis
Hipotesis
penelitian sebagai berikut :
H1 = Tingkat
suku bunga dan inflasi signifikan secara simultan terhadap return on asset (ROA) pada industri perbankan yang go public di BEI periode 2009 – 2011.
H2 = Tingkat suku bunga berpengaruh signifikan secara
parsial terhadap return on asset (ROA)
pada industri perbankan yang go public
di BEI periode 2009 – 2011.
H3 = Inflasi
berpengaruh signifikan secara parsial terhadap return on asset (ROA) pada industri perbankan yang go public di BEI periode 2009 – 2011.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian
adalah asosiatif. Penelitian asosiatif merupakan penelitian yang bertujuan
untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Penelitian ini
dilakukan untuk membuktikan pengaruh tingkat suku bunga dan inflasi sebagai
variabel bebas (Independent) terhadap return
on asset (ROA) sebagai variabel terikat (Dependent). Populasi penelitian
ini adalah 4 perusahaan bank pemerintah (Persero) yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia. Data yang digunakan pada penelitian ini data bersifat dokumenter
yaitu dengan cara mendownload di Bursa Efek Indonesia dan Bank Indonesia.
Daftar Perusahaan bank pemerintah (persero) yang menjadi sampel penelitian
yaitu PT. Bank Negara Indonesia (Persero), PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero),
PT. Bank Tabungan Negara (Persero), dan PT. Bank Mandiri (Persero).
Definisi
operasional (1) tingkat suku bunga (X1) yaitu suku bunga rill
bulanan pada tahun 2009 - 2011, pada penelitian ini tingkat suku bunga diukur
dengan persentase (%). (2) inflasi (X2) yaitu kenaikan harga barang
yang diukur dengan menggunakan indeks harga konsumen (IHK). (3) return on asset
(Y) yaitu tingkat rasio profitabilitas yang digunakan untuk mengukur keuntungan
laba pajak yang dihasilkan dari total aset bank.
Metode Analisis
Analisa Regresi Berganda
Metode yang
digunakan adalah regresi linear berganda, digunakan untuk menguji apakah hipotesis
penelitian terbukti signifikan atau tidak. Secara sistematik persamaan tersebut
dirumuskan sebagai berikut :
Y = α + β1 X1 +
β2 X2 + ε
Dimana : Y =
pertumbuhan laba
α = konstanta
β1
,β2 = koefisien
regresi
X1 = suku bunga
X2 = inflasi
ε =
residual
Uji Asumsi Klasik
Hasil
pengujian hipotesis yang tidak melanggar empat asumsi yang mendasari model
regresi linear. Empat asumsi tersebut adalah :
1. Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk
menentukan apakah variabel berdistribusi normal atau tidak dari grafik probability
plot, dengan melihat nilai sinifikan variabel apakah nilai signifikan lebih
besar dari konstanta 5% maka menunjukkan distribusi data normal.
2. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas digunakan
untuk melihat bertambahnya variabel bebas (independent) dalam model regresi. Uji
ini dilakukan dengan melihat Variance Inflating Factor (VIF) dan Tolerance
Value. Batas VIF adalah 10 dan Tolerance Value 0,1. Jika Variance Inflating
Factor (VIF) dibawah 10 maka tidak terjadi multikolinearitas, sebaliknya Tolerance
Value diawah 0,1 maka terjadi multikolinearitas.
3. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas menggunakan
metode chart (diagram scatterplot) menyatakan bahwa:
·
Jika titik –
titik yang membentuk suatu pola tertentu yang beraturan bergelembung dan melebar,
maka terjadi heteroskesdastisitas.
·
Jika plot
menyebar keatas dan dibawah angka 0 (nol) pada sumbu Y, membuktikan bahwa
variabel bebas terbebas dari heteroskesdastisitas maka memenuhi uji heteroskesdastisitas.
4. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi digunakan untuk
menunjukkan gangguan yang masuk dalam regresi dengan menggunakan koefisien durbin - watson. Uji statistik durbin - watson yaitu membandingkan
angka durbin - watson dengan nilai
kritisnya. Jika durbin - watson lebih
besar dari nilai kritisnya maka tidak terjadi autokorelasi. Sebaliknya Jika durbin - watson
lebih kecil
dari nilai kritisnya maka terjadi autokorelasi.
Uji F
Uji F digunakan untuk melihat apakah ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen dan variabel dependen secara simultan. Cara yang digunakan adalah dengan membandingkan Fhitung dengan Ftabel l pada taraf signifikansi (α) tertentu.
Uji t
Uji t digunakan untuk mengetahui faktor fundamental yang paling berpengaruh pada variabel independen secara parsial. Uji t menguji pengaruh masing – masing variabel bebas yaitu suku bunga (X1) dan inflasi (X2) berpengaruh secara masing – masing terhadap profitabilitas yang diukur dengan Return on Assets (ROA) dengan cara melakukan perbandingan antara nilai thitung dengan nilai ttabel pada α = 0,05.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar