Pada posting kali ini saya akan menjelaskan kembali tentang Peta Perekonomian Negara Jepang, yaitu Keadaan Geografis, Mata Pencaharian, Sumber Daya Manusia, Investasi, Pendapatan Nasional, Tingkat Kemiskinan, hingga Perkembangan dan Pembangunan Ekonomi.
A. Keadaan Geografis Jepang
Peta diatas kalian amati kenapa saya bisa memberi judul dalam tulisan ini Naga Jepang Yang Membara ? Karena pada Negara Jepang sendiri bila dilihat dari peta seperti Naga, Pulau Hokkaido sendiri seperti bentuk kepala naga.
Kenyataan pertama yang harus diakui adalah bahwa Jepang merupakan kepulauan yang terletak lepas pantai timur Benua Asia, membentang seperti busur yang ramping sepanjang 3.800 km, dari 200 sampai 45033’ lintang utara. Luas totalnya adalah 377.815 km2 – sedikit lebih luas dari pada Inggris, hanya 1/9 dari luas India dan 1/25 dari Amerika Serikat – dan kurang dari 0,3% dari luas daratan bumi. Kepulauan ini terdiri dari empat pulau utama – Honshu, Hokkaido, Kyushu, dan Shikoku (berurut dari besar sampai kecil), sejumlah gugusan pulau dan sekitar 3.900 pulau yang lebih kecil lagi. Pulau Honshu memiliki luas lebih dari 60% dari seluruh Kepulauan Jepang.
Kenyataan kedua adalah Pulau – pulau Jepang terletak di daerah iklim sedang, dan di ujung barat laut dari daerah angin yang terbentang dari Jepang melalui Semenanjung Korea, China, dan Asia Tenggara sampai sejauh India. Iklimnya pada umumnya sedang, hampir semua bagian daerah Jepang mengenal empat musim yang berbeda. Musim panas yang sangat hangat dan lembab, mulai sekitar pertengahan bulan Juli. Sebelumnya terdapat musim hujan selama hampir satu bulan, kecuali di Hokkaido pulau yang paling utara, yang tidak kenal musim hujan sama sekali. Musim dingin di sisi Pasifik cenderung sedang, dengan banyak hari cerah, sedangkan di sisi Laut Jepang cuaca cenderung mendung. Musim semi dan musim gugur adalah musim terbaik sepanjang tahun, dengan hari-hari yang berhawa lembut dan matahari cerah di seluruh negeri.
Kenyataan ketiga ialah Topografi Jepang yang rumit berlainan dengan iklimnya yang relative baik. Tercipta banyak daerah pegunungan dengan sejumlah besar lembah, sungai yang deras dan danau yang jernih. Kawasan gunung meliputi sekitar 71% dari seluruh luas tanah Jepang menurut survey dari lembaga Survai Geografi Kementerian Pembangunan pada tahun 1972. Lebih dari 532 gunung tersebut tingginya di atas 2.000m ; Gunung Fuji menjulang paling tinggi, yakni 3.776m.
B. Mata Pencaharian Jepang
Dari keseluruhan wilayah yang di miliki oleh Jepang, dapat di tarik beberapa hal di antaranya bahwa :
- Pertama, Sejumlah tiga perempat dari total penghasilan ekonomi Jepang berasal dari sektor jasa. Industri utama sektor jasa di Jepang berupa bank, asuransi, realestat, bisnis eceran, transportasi, dan telekomunikasi. Mitsubishi UFJ, Mizuho, NTT, TEPCO, Nomura, Mitsubishi Estate, Tokio Marine, Japan Railway, Seven & I, dan Japan Airlines adalah nama-nama perusahaan Jepang yang termasuk perusahaan terbesar dunia. Kebijakan Pemerintah Jepang di masa Perdana Menteri Junichiro Koizumi melakukan swastanisasi Japan Post. Enam keiretsu utama terdiri dari grup Mitsubishi, Sumitomo, Fuyo, Mitsui, Dai-Ichi Kangyo, dan Sanwa. Sejumlah 326 perusahaan Jepang berada dalam daftar Forbes Global 2000 atau 16,3% dari total perusahaan dalam daftar Forbes Global 2000 pada tahun 2006.
- Kedua, Industri ekspor utama Jepang adalah otomotif, elektronik konsumen (lihat industri elektronik konsumen Jepang), komputer, semikonduktor, besi, dan baja. Industri penting lain dalam ekonomi Jepang adalah petrokimia, farmasi, bioindustri, galangan kapal, dirgantara, tekstil, dan makanan yang diproses. Industri manufaktur Jepang banyak bergantung pada impor bahan mentah dan bahan bakar minyak. Kawasan industri tersebar di sejumlah prefektur. Di wilayah Kantō, kawasan industri berada di Chiba, Kanagawa, Saitama, dan Tokyo (kawasan industri Keihin). Di wilayah Tōkai, kawasan industri Chukyo-Tokai berada di Aichi, Gifu, Mie, dan Shizuoka. Di wilayah Kansai, kawasan industri Hanshin berada di Osaka, Kyoto, dan Kobe. Kawasan industri Setouchi mencakup barat daya Pulau Honshu dan bagian utara Shikoku sekitar Laut Pedalaman Seto, sementara di Kyushu, kawasan industri berada di bagian utara Kyushu (Kitakyūshū).
- Ketiga, Walaupun hanya 12% dari luas daratan di Jepang yang bisa dipergunakan untuk pertanian, namun hasilnya termasuk memuaskan. Besarnya hasil pertanian didukung oleh kesuburan lahan pertanian karena tanah yang mengandung abu vulkanis. Di samping itu, penggarapan lahan pertanian dilakukan secara intensif dengan didukung teknologi maju. Sektor pertanian adalah sektor yang diproteksi pemerintah dan menerima subsidi dalam jumlah besar. Hasil pertanian Jepang berupa padi, kentang, jagung, gandum, kacang, kedelai, dan teh. Hasil peternakan berupa babi, ayam, telur, sapi dan susu. Sayur-sayuran berupa lobak, kubis, ketimun, tomat, wortel, bayam, dan selada. Sedangkan buah-buahan yang banyak ditanam adalah apel dan jeruk. Apel merupakan produk unggulan Tohoku dan Hokkaido. Buah pir merupakan produk pertanian unggulan Prefektur Tottori. Perkebunan jeruk berada di Shikoku, Shizuoka, dan Kyushu. Tanaman pir dan jeruk dibawa masuk ke Jepang oleh pedagang Belanda di Nagasaki pada akhir abad ke-18. Padi adalah tanaman pangan yang sangat diproteksi pemerintah Jepang. Beras impor dikenakan bea masuk 490% dan pembatasan kuota sebesar 7,2% dari rata-rata konsumsi beras tahun 1968 hingga 1988. Impor di luar kuota tidak dilarang, namun dikenakan bea masuk \341 per kilogram. Tarif bea masuk beras impor yang sekarang (490%) diperkirakan akan naik menjadi 778% menurut perhitungan baru yang akan diberlakukan sesuai Putaran Doha. Walaupun Jepang biasanya dapat melakukan swasembada beras (kecuali beras untuk membuat senbei dan makanan olahan), Jepang harus mengimpor 50% dari kebutuhan konsumsi serealia dan bergantung pada impor daging. Jepang mengimpor gandum, sorgum, dan kedelai dalam jumlah besar, terutama dari Amerika Serikat. Jepang merupakan pasar terbesar bagi ekspor pertanian Uni Eropa.
- Dan keempat, Jepang menempati urutan ke-2 di dunia di belakang Republik Rakyat Tiongkok dalam tonase penangkapan ikan (tahun 1989: 11,9 juta ton), kenaikan tipis dari 11,1 juta ton pada tahun 1980. Setelah terjadi krisis minyak 1973, perikanan laut dalam di Jepang menurun. Pada tahun 1980-an, total tangkapan ikan per tahun rata-rata 2 juta ton. Perikanan lepas pantai mencapai 50 % dari penangkapan ikan total pada akhir 1980-an, meski beberapa kali mengalami kenaikan dan penurunan. Perikanan pesisir dilakukan dengan perahu kecil, jala, atau teknik penangkaran terhitung sekitar sepertiga produksi total industri perikanan Jepang. Sementara itu, perikanan lepas pantai dengan kapal ukuran menengah terhitung sekitar lebih dari separuh produksi total. Di antara hasil laut yang diambil misalnya: sarden, cakalang, kepiting, udang, salem, cumi-cumi, kerang, tuna, saury, yellowtail, dan makerel. Jepang termasuk salah satu negara yang memiliki armada perikanan terbesar di dunia. Walaupun demikian, Jepang adalah negara pengimpor hasil laut terbesar di dunia (senilai AS$ 14 miliar). Sejak tahun 1996, Jepang berada di peringkat ke-6 dalam total tangkapan ikan di bawah RRT, Peru, Amerika Serikat, Indonesia, dan Chili. Jepang juga menebarkan kontroversi dengan mendukung perburuan ikan paus.
C. Sumber Daya Manusia di Jepang
Dapat dilihat bahwa model manajemen di Jepang selain dipengaruhi oleh manajemen barat juga dipengaruhi olegh nilai-nilai budayanya. Karena pengaruh tersebut maka terbentuklah model manajemen yang sangat terkenal dan sudah diakui keberhasilannya oleh dunia khususnya negara-negara barat, sebagai model manajemen alternatif di samping berbagai macam model manajemen yang diperkenalkan oleh negara-negara barat.
Dalam model manajemen Jepang tersebut dikenal model manajemen yang terdiri dari tiga pilar penting. Ketiga pilar tersebut adalah pekerjaan seumur hidup ( shuushin koyou ), pemberian upah berdasarkan pada senioritas ( nenkoujouretsu ), dan serikat pekerja berbasis korporasi ( kigyou betsu kumiai ). Apabila melihat pada ketiga pilar tersebut maka model manajemen tersebut menunjukkan suatu pola atau tipe pekerja yang relatif homogen, yaitu tipe pekerja reguler atau pekerja purna waktu dengan kontrak kerja yang tidak ditetapkan.
Dalam bukunya Hideo Inohara mengatakan perusahaan-perusahan di Jepang sangat jelas membedakan antara pekerja dan karyawan reguler dan pekerja non reguler. Karyawan reguler dipekerjakan oleh perusahaan untuk periode waktu yang tak tentu lebih dari satu tahun. Hal ini dikarenakan Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan ( The Labor Standards Act ) Jepang melarang kontrak kerja yang lebih dari satu tahun.
Umumnya tenaga kerja reguler ini berasal dari lulusan sekolah menengah dan universitas yang hanya ingin bekerja pada satu perusahaan sepanjang masa karir mereka. Di Jepang hanya tenaga kerja laki-laki yang diklasifikasikan sebagai tenaga kerja reguler, dan semakian besar suatu perusahaan maka semakin tinggi persentase tenaga kerja ini. Menurut Inagami dalam buku Whitehill suatu studi yang dilakukan oleh Japan Institute of Labour menunjukkan bahwa perusahaan dengan 1000 tenaga kerja atau lebih, memiliki 73 persen tenaga kerja reguler. Tetapi sebaliknya perusahaan kecil atau perushaan yang sebagian besar mempekerjakan tenaga buruh ( blue-collar worker ) mungkin hanya memiliki 20 persen atau kurang dari 20 persen tenaga kerja reguler.
D. Jepang dan Investasi
Jepang mulai menunjukkan keberadaannya sebagai salah satu investor utama dunia pada tahun 1950an. Ini berlangsung hingga tahun 1960an dengan skala investasi yang terbatas. Hal tersebut terjadi dikarenakan oleh dua hal, yaitu :
GNP Jepang, 2012
GNI Jepang pada tahun 2012 adalah sebesar 6149,2 miliar dolar AS, peringkat ke-3 di dunia. GNI Jepang di dunia adalah 8,5%.
GNI per kapita di Jepang pada tahun 2012 adalah senilai 48.323,8 dolar AS, Peringkat ke-18 di dunia dan setara dengan GNI per kapita di Belanda (46.507,7 dolar AS ), GNI per kapita di Austria (46.316,4 dolar AS). GNI per kapita di Jepang lebih dari GNI per kapita di dunia (10.255 dolar AS) dengan 38.068,8 dolar AS.
Perbandingan GNI Jepang dan tetangga pada tahun 2012. GNI Jepang lebih, dari GNI Rusia (1963 miliar dolar AS), GNI Korea (1135,9 miliar dolar AS), tapi kurang dari GNI China (8203,9 dolar AS). GNI per kapita di Jepang lebih dari GNI per kapita di Korea (23.180,4 dolar AS), GNI per kapita di Rusia (13.711,4 dolar AS), GNI per kapita di China (5.957,8 dolar AS).
Perbandingan GNI Jepang dan para pemimpin pada tahun 2012. GNI Jepang lebih dari GNI Jerman (3507,8 miliar dolar AS) dengan 75,3%, tapi kurang dari GNI Amerika Serikat (16514,5 miliar dolar AS) di 2,7 kali GNI Cina (8203,9 miliar dolar AS) sebesar 33,4%. GNI per kapita di Jepang lebih dari GNI per kapita di Jerman (42.364 dolar AS) sebesar 14,1%, GNI per kapita di China (5.957,8 dolar AS) di 8,1 kali, tapi kurang dari GNI per kapita di Amerika Serikat (52.013,1 dolar AS) sebesar 7,6%.
Potensi GNI Jepang pada tahun 2012. Dengan GNI per kapita di Jepang pada tingkat GNI per kapita di Amerika Serikat (52.013,1 dolar AS), GNI Jepang akan menjadi 6618,7 miliar dolar AS, itu adalah 469,5 miliar dolar AS (7,6%) lebih dari tingkat yang sebenarnya.
F. Kemiskinan di Jepang
The Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) terus daftar Jepang dekat bagian bawah statistik menunjukkan persentase penduduk yang hidup dalam kemiskinan. Menurut data terbaru, diperbarui pada bulan April 2011, 15,7 persen orang Jepang hidup dalam kemiskinan, di atas rata-rata 11 persen untuk negara-negara anggota OECD, dan keenam terburuk dari 34 negara yang diteliti.
Tingkat kemiskinan di Jepang lebih tinggi dibandingkan negara-negara dengan sumber daya jauh lebih ekonomis, seperti Republik Slovakia (6,5 persen), Slovenia (7,2 persen), dan Polandia (10,1 persen). Mungkin lebih mengkhawatirkan adalah bahwa masalah tampaknya semakin buruk. Peningkatan tahunan rata-rata di angka kemiskinan di Jepang sejak tahun 1985 telah 1,3 persen, di atas rata-rata 1,0 persen dari semua negara anggota OECD.
Sementara statistik kemiskinan yang paling terakhir untuk Jepang baik dibandingkan dengan Amerika Serikat, yang memiliki tingkat kemiskinan 17,3 persen, statistik OECD menunjukkan situasinya membaik di AS, di mana angka kemiskinan rata-rata tahunan telah menunjukkan penurunan dari 0,7 persen sejak tahun 1985 .
Mengutip seorang pejabat pemerintah, cerita baru-baru ini di The Guardian menyatakan telah terjadi 700 kematian akibat kelaparan di Jepang sejak tahun 2000. Para ahli telah menyarankan bahwa sementara ada program kesejahteraan pemerintah untuk membantu mereka yang paling membutuhkan, ada juga hambatan sosial dan budaya untuk menerima bantuan.
"Beberapa orang memiliki ketahanan terhadap gagasan menerima kesejahteraan atau menghubungi pihak berwenang setempat," Takehiro Yoshida, seorang pengacara kesejahteraan, mengatakan dalam surat kabar Asahi Shimbun. "Yang lain dibiarkan terisolasi di komunitas mereka sendiri."
Kejatuhan ekonomi dari bencana nuklir Fukushima Maret 2011 masih dirasakan di Jepang, dan ketidakpastian dalam beberapa sektor ekonomi telah menyebabkan hilangnya pekerjaan bagi pekerja setengah baya. Di negara yang sudah memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi di antara orang tua dan cacat, komplikasi lebih lanjut seperti tantangan yang signifikan dalam bekerja menuju solusi.
G. Pertumbuhan dan Perkembangan Perekonomian Jepang
Sekitar dasawarsa 1960-an, masyarakat Jepang telah pulih samasekali dari kemiskinan dan kekacauan yang terjadi setalah perang. Namun perekonomiannya masih sedang-sedang saja bila diukur dengan standart Internasional. Penghasilan perkapita pertahunnya hanya $ 400, persis dibawah Italia $ 550. Di Inggris raya dan Perancis, tingkatannya mencapai $ 1.000, dan di Amerika Serikat, Kanada, dan Swiss mencapai $ 2.000. bagi orang Jepang angka-angka itu dinilai tinggi sekali.
GNP (Gross National Product) 1980 Jepang melebihi $ 1 trilyun bila dikalkulasikan dengan nilai tukar yen-dollar rata-rata tahun itu. GNP 1986 adalah sebesar $ 1,98 trilyun. Pada tahun 1966-lah GNP melebihi angka $ 100 milyar untuk pertama kali. Kenaikan yang terjadi sejak saat itu hingga sekarang hampir mencapai $ 2 trilyun, meskipun bukan merupakan ukuran pertumbuhan dalam istilah nyata, betapapun memang mencolok. Dan Jepang adalah salah satu Negara di Asia yang merupakan Negara raksasa Ekonomi Dunia.
Dalam sebuah proyeksi yang disusun oleh Hernan Khan dari Hudson Institue di Amerika Serikat, dia memproyeksikan 4 skenario bagi perkembangan kekuatan ekonomi Jepang ketahun 2.000 dan ber-kesimpulan bahwa GNP Jepang dapat mencapai 11/2 trilyun dolar (ditingkat rendah) atau 41/2 trilyun ditingkat tertinggi.
Proyeksi lengkapnya sebagai berikut :
Umumnya tenaga kerja reguler ini berasal dari lulusan sekolah menengah dan universitas yang hanya ingin bekerja pada satu perusahaan sepanjang masa karir mereka. Di Jepang hanya tenaga kerja laki-laki yang diklasifikasikan sebagai tenaga kerja reguler, dan semakian besar suatu perusahaan maka semakin tinggi persentase tenaga kerja ini. Menurut Inagami dalam buku Whitehill suatu studi yang dilakukan oleh Japan Institute of Labour menunjukkan bahwa perusahaan dengan 1000 tenaga kerja atau lebih, memiliki 73 persen tenaga kerja reguler. Tetapi sebaliknya perusahaan kecil atau perushaan yang sebagian besar mempekerjakan tenaga buruh ( blue-collar worker ) mungkin hanya memiliki 20 persen atau kurang dari 20 persen tenaga kerja reguler.
D. Jepang dan Investasi
Jepang mulai menunjukkan keberadaannya sebagai salah satu investor utama dunia pada tahun 1950an. Ini berlangsung hingga tahun 1960an dengan skala investasi yang terbatas. Hal tersebut terjadi dikarenakan oleh dua hal, yaitu :
- Hancurnya sumber manajerial perusahaan-perusahaan pada masa Perang Dunia II. Selanjutnya di tahun 1945-1960an Jepang berusaha mengejar ketinggalan industrinya dengan mengimpor teknologinya serta mencari pinjaman modal kepada negara lain sebagai usaha untuk membangun kembali perekonomiannya.
- Jepang baru mampu menyerap tenaga kerjanya secara penuh bagi lapangan pekerjaan pada tahun 1960an. Keadaan ini menimbulkan fenomena baru dimana mulai terbatasnya kuantitas tenaga kerja bagi sektor perekonomian Jepang.
E. Pendapatan Nasional Jepang
GNI Jepang, 1970.
GNI Jepang pada tahun 1970 adalah bernilai 208,8 milyar dolar AS, peringkat ke 4 di dunia dan setara dengan GNI Jerman (210,1 milyar dolar AS). GNI Jepang di dunia adalah 6,2%.
GNI per kapita di Jepang pada tahun 1970 adalah senilai 2013,3 dolar AS. Peringkat ke-35 di dunia dan setara dengan GNI per kapita di Italia (2.057,6 dolar AS), GNI per kapita di Austria (2.017,3 dolar AS). GNI per kapita di Jepang lebih dari GNI per kapita di Dunia (908,4 dolar AS) oleh 1.104,9 dolar AS.
Perbandingan GNI Jepang dan tetangga pada tahun 1970. GNI Jepang lebih, dari GNI China (92 miliar dolar AS), GNI Korea (9,1 miliar dolar AS). GNI per kapita di Jepang lebih dari GNI per kapita di Korea (287,8 dolar AS), GNI per kapita di China (113,2 dolar AS).
Perbandingan GNI Jepang dan para pemimin pada tahun 1970. GNI Jepang kurang dari GNI Amerika Serikat (1076,9 miliar dolar AS) dalam 5,2 kali GNI Uni Soviet (433,4 miliar dolar AS) pada 2,1 kali GNI Jerman (210,1 dolar AS) sebesar 0,62%. GNI per kapita di Jepang lebih, dari GNI per kapita di Uni Soviet (1790 dolar AS) sebesar 12,5%, tapi kurang dari GNI per kapita di Amerika Serikat (5.130,8 dolar AS) dalam 2,5 kali GNI per kapita di Jerman (2.649,8 dolar AS) sebesar 31,6%.
Potensi GNI Jepang pada tahun 1970. Dengan GNI per kapita di Jepang pada tingkat GNI per kapita di Amerika Serikat ( 5.130,8 dolar AS), GNI Jepang akan menjadi 532,1 miliar dolar AS itu adalah 323,3 miliar dolar AS (154,8%) lebih dari tingkat yang sebenarnya.
GNP Jepang, 2012
GNI Jepang pada tahun 2012 adalah sebesar 6149,2 miliar dolar AS, peringkat ke-3 di dunia. GNI Jepang di dunia adalah 8,5%.
GNI per kapita di Jepang pada tahun 2012 adalah senilai 48.323,8 dolar AS, Peringkat ke-18 di dunia dan setara dengan GNI per kapita di Belanda (46.507,7 dolar AS ), GNI per kapita di Austria (46.316,4 dolar AS). GNI per kapita di Jepang lebih dari GNI per kapita di dunia (10.255 dolar AS) dengan 38.068,8 dolar AS.
Perbandingan GNI Jepang dan tetangga pada tahun 2012. GNI Jepang lebih, dari GNI Rusia (1963 miliar dolar AS), GNI Korea (1135,9 miliar dolar AS), tapi kurang dari GNI China (8203,9 dolar AS). GNI per kapita di Jepang lebih dari GNI per kapita di Korea (23.180,4 dolar AS), GNI per kapita di Rusia (13.711,4 dolar AS), GNI per kapita di China (5.957,8 dolar AS).
Perbandingan GNI Jepang dan para pemimpin pada tahun 2012. GNI Jepang lebih dari GNI Jerman (3507,8 miliar dolar AS) dengan 75,3%, tapi kurang dari GNI Amerika Serikat (16514,5 miliar dolar AS) di 2,7 kali GNI Cina (8203,9 miliar dolar AS) sebesar 33,4%. GNI per kapita di Jepang lebih dari GNI per kapita di Jerman (42.364 dolar AS) sebesar 14,1%, GNI per kapita di China (5.957,8 dolar AS) di 8,1 kali, tapi kurang dari GNI per kapita di Amerika Serikat (52.013,1 dolar AS) sebesar 7,6%.
Potensi GNI Jepang pada tahun 2012. Dengan GNI per kapita di Jepang pada tingkat GNI per kapita di Amerika Serikat (52.013,1 dolar AS), GNI Jepang akan menjadi 6618,7 miliar dolar AS, itu adalah 469,5 miliar dolar AS (7,6%) lebih dari tingkat yang sebenarnya.
F. Kemiskinan di Jepang
The Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) terus daftar Jepang dekat bagian bawah statistik menunjukkan persentase penduduk yang hidup dalam kemiskinan. Menurut data terbaru, diperbarui pada bulan April 2011, 15,7 persen orang Jepang hidup dalam kemiskinan, di atas rata-rata 11 persen untuk negara-negara anggota OECD, dan keenam terburuk dari 34 negara yang diteliti.
Tingkat kemiskinan di Jepang lebih tinggi dibandingkan negara-negara dengan sumber daya jauh lebih ekonomis, seperti Republik Slovakia (6,5 persen), Slovenia (7,2 persen), dan Polandia (10,1 persen). Mungkin lebih mengkhawatirkan adalah bahwa masalah tampaknya semakin buruk. Peningkatan tahunan rata-rata di angka kemiskinan di Jepang sejak tahun 1985 telah 1,3 persen, di atas rata-rata 1,0 persen dari semua negara anggota OECD.
Sementara statistik kemiskinan yang paling terakhir untuk Jepang baik dibandingkan dengan Amerika Serikat, yang memiliki tingkat kemiskinan 17,3 persen, statistik OECD menunjukkan situasinya membaik di AS, di mana angka kemiskinan rata-rata tahunan telah menunjukkan penurunan dari 0,7 persen sejak tahun 1985 .
Mengutip seorang pejabat pemerintah, cerita baru-baru ini di The Guardian menyatakan telah terjadi 700 kematian akibat kelaparan di Jepang sejak tahun 2000. Para ahli telah menyarankan bahwa sementara ada program kesejahteraan pemerintah untuk membantu mereka yang paling membutuhkan, ada juga hambatan sosial dan budaya untuk menerima bantuan.
"Beberapa orang memiliki ketahanan terhadap gagasan menerima kesejahteraan atau menghubungi pihak berwenang setempat," Takehiro Yoshida, seorang pengacara kesejahteraan, mengatakan dalam surat kabar Asahi Shimbun. "Yang lain dibiarkan terisolasi di komunitas mereka sendiri."
Kejatuhan ekonomi dari bencana nuklir Fukushima Maret 2011 masih dirasakan di Jepang, dan ketidakpastian dalam beberapa sektor ekonomi telah menyebabkan hilangnya pekerjaan bagi pekerja setengah baya. Di negara yang sudah memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi di antara orang tua dan cacat, komplikasi lebih lanjut seperti tantangan yang signifikan dalam bekerja menuju solusi.
G. Pertumbuhan dan Perkembangan Perekonomian Jepang
Sekitar dasawarsa 1960-an, masyarakat Jepang telah pulih samasekali dari kemiskinan dan kekacauan yang terjadi setalah perang. Namun perekonomiannya masih sedang-sedang saja bila diukur dengan standart Internasional. Penghasilan perkapita pertahunnya hanya $ 400, persis dibawah Italia $ 550. Di Inggris raya dan Perancis, tingkatannya mencapai $ 1.000, dan di Amerika Serikat, Kanada, dan Swiss mencapai $ 2.000. bagi orang Jepang angka-angka itu dinilai tinggi sekali.
GNP (Gross National Product) 1980 Jepang melebihi $ 1 trilyun bila dikalkulasikan dengan nilai tukar yen-dollar rata-rata tahun itu. GNP 1986 adalah sebesar $ 1,98 trilyun. Pada tahun 1966-lah GNP melebihi angka $ 100 milyar untuk pertama kali. Kenaikan yang terjadi sejak saat itu hingga sekarang hampir mencapai $ 2 trilyun, meskipun bukan merupakan ukuran pertumbuhan dalam istilah nyata, betapapun memang mencolok. Dan Jepang adalah salah satu Negara di Asia yang merupakan Negara raksasa Ekonomi Dunia.
Dalam sebuah proyeksi yang disusun oleh Hernan Khan dari Hudson Institue di Amerika Serikat, dia memproyeksikan 4 skenario bagi perkembangan kekuatan ekonomi Jepang ketahun 2.000 dan ber-kesimpulan bahwa GNP Jepang dapat mencapai 11/2 trilyun dolar (ditingkat rendah) atau 41/2 trilyun ditingkat tertinggi.
Proyeksi lengkapnya sebagai berikut :
LAJU
PERKEMBANGAN TAHUNAN UNTUK GNP JEPANG 1970 – 2000
Tabel 5.1
|
Masa keuangan
yang diproyeksikan
|
Rendah
|
Resmi
|
Sedang
|
Tinggi
|
|
1971 – 1975
1976 – 1980
1981 – 1985
1986 – 2000
|
8,5
7,5
6,5
4,0
|
10,6
10,6
8,6
6,0
|
11,8
11,4
10,8
7,5
|
14,9
13,4
11,6
8,6
|
|
1971 - 2000
|
5,9
|
8,8
|
9,4
|
11
|
PROYEKSI GNP
JEPANG 1970 – 2000
(DALAM BILIUN
DOLAR) – NILAI DOLAR 1970
Tabel 5.2
|
Tahun
|
Rendah
|
Resmi
|
Sedang
|
Tinggi
|
|
1970
1975
1980
1985
2000
|
200
300
450
600
1.500
|
200
330
550
825
2.000
|
200
350
600
1.000
2.000
|
200
400
750
1.300
4.500
|
Penjelasan :
Kolom “resmi” sebenarnya tidaklah resmi. Ia adalah anggapan,bahwa dalam masa sepuluh tahun mendatang (proyeksi ini dibuat di tahun 1970) laju perkembangan yang sama (10,6% setahun) akan berlaku, seperti yang diperkirakan Japanese Economic Planning Agency.
Pada tahun fiscal 1974, setelah krisis minya yang pertama ekonomi Jepang mengalami pertumbuhana negatifnya yang pertama dalam GNP yang sebenarnya dalam masa setelah perang, sementara harga-harga perdagangan besar dan konsumen masing-masing melonjak 31,4% dan 24,3%. Kenaikan dalam harga minyak mentah membengkakkan biaya impor Jepang dan memerosotkan saldo rekening Koran menjadi deficit sebesar $ 4,7 miliar. Jepang terancam krisis ekonomi dan pesimisme melanda seluruh dunia bisnis. Tetapi, ekonomi melambung kembali dari pukulan krisis minyak tahun 1973 segera tak lama kemudian. Angka pertumbuhan kembali berada pada tingkat 3% pada tahun 1975 dan berkisar antara 3 – 6% dari tahun 1976 – 1986.
Selama 1985,
Jepang menjadi kreditor dunia yang terbesar dan pada akhir 1986 netto kekayaan
diluar negeri mencapai $ 180,4 miiar. AS sebelumnya kreditor terbesar didunia,
telah menjadi debitur pada akhir 1985, dengan netto hutang sebanyak $ 111,9
miliar dan pada akhir 1986 hutang tersebut telah membengkak menjadi $ 263,6
miliar.
|
REKENING NASIONAL
|
||||
|
(Nyata, harga CY 1980,
% kenaikan dari periode sebelumnya)
|
||||
|
|
Tahun
|
Tahun
|
Tahun
|
Tahun
|
|
|
Fiskal '83
|
Fiskal '84
|
Fiskal '85
|
Fiskal '86
|
|
Produk nasional bruto
(TF '86=100%)
|
3.7
|
5.1
|
4.3
|
2.6
|
|
Konsumsi Swasta
(55.8%)
|
3
|
2.6
|
2.6
|
3
|
|
Penanaman modal wisata
dalam pabrik
|
|
|
|
|
|
dan peralatan (18.7%)
|
4.9
|
11.4
|
12.9
|
4.8
|
|
Penanaman modal wisata
dalam
|
|
|
|
|
|
perumahan (5.3%)
|
-8.9
|
0.5
|
2.9
|
13.1
|
|
Peningkatan inventaris
swasta (0.3%)
|
-20.2
|
95.4
|
8.7
|
-59.7
|
|
Konsumsi Pemerintah
(9.7%)
|
3.5
|
2.6
|
1.9
|
6.8
|
|
Penanaman modal
Pemerintah (7.4%)
|
-2.2
|
-2.9
|
-6.4
|
7.3
|
|
Surplus ekstern (2.6%)
|
135.7
|
48.8
|
19.9
|
-36.6
|
|
Ekspor barang, jasa & pemindahan
(17.5%)
|
8.7
|
15.5
|
1.8
|
-3.2
|
|
Impor barang, jasa & pemindahan (15,0%)
|
-0.5
|
9.8
|
-2.4
|
6.3
|
Pada bulan Mei 1987, pemerintah mengumumkan sebuah paket tindakan ekonomi darurat yang meliputi antara lain tambahan pengeluaran pekerjaan umum sebanyak 5 triliun Yen dan pengurangan pajak pendapatan yang bernilai lebih dari 1 triliun Yen. Dalam anggaran TF 1988, pemerintah meningkatkan pengeluaran pekerjaan umum dengan sekitar 20% diatas jumlah semula pada anggaran TF 1987. Sector swasta juga sedang berusaha akan mempertahankan kedudukan Jepang dalam masyarakat internasional melalui pengembangan struktur industry yang berorientasikan ke permintaan dalam negeri.
Anggaran belanja umum merupakan landasan dari keuangan pemerintah Jepang. Sejak krisis minyak tahun 1973, pemerintah memperluas pengeluarannya, kebanyakan dalam pekerjaan umum untuk mendorong pemulihan dalam ekonomi nasional. Pengeluaran umum secara total tidak termasuk pembayaran hutang dan distribusi pajak alokasi-lokal, dijaga dibawah tingkat tahun sebelumnya dalam 5 anggaran belanja tahunan berturut-turut mulai tahun fiscal 1983. Total volume hutang pemerintah yang belum dilunaskan bertambah dan diperkirakan mencapai 159 triliun Yen pada akhir tahun fiscal 1988 (April 1987 – Maret 1988). Perhatikan table dibawah ini :
ANGGARAN BELANJA
DAN PENDAPATAN
TAHUN FISKAL
1988 (TABEL 5.5)
|
|
Yen Miliar
|
% perubahan dari
|
|
|
tahun fiskal
|
|
|
|
sebelumnya (1987)
|
|
|
Anggaran umum
|
56670
|
4.8
|
|
Pembayaran Hutang
|
11512
|
1.6
|
|
Transfer ke pemda-pemda
|
10906
|
7.1
|
|
Pengeluaran Umum
|
32982
|
1.2
|
|
Jaminan Sosial
|
10384
|
2.9
|
|
Pekerjaan Umum
|
6082
|
0
|
|
Pendidikan & Ilmu
|
|
|
|
Pengetahuan
|
4858
|
0.2
|
|
Pertahanan
|
3700
|
5.2
|
|
Bantuan Ekonomi
|
682
|
5.1
|
|
Investasi Fiskal
|
|
|
|
Program Pinjaman
|
29614
|
9.4
|
Penjelasan dari tabel diatas adalah bahwa, adapun nilai anggaran belanja umum tahun 1988 adalah 56,7 triliun Yen, yakni 4,8% lebih tinggi daripada anggaran awal dari tahun fiscal sebelumnya. Total pengeluaran umum naik untuk pertama kali sejak 1983 sebanya 1,2% menjadi 33,0 triliun Yen. Pengeluaran untuk pekerjaan umum tetap berada pada tingkat yang sama seperti tahun seblumnya dalam hal total pengeluaran umum tapi bertambah sebanyak 19,9% menjadi 7,2 triliun Yen dari pendapatan saham NTT.
Pemasukan dari pajak-pajak dan materai untuk tahun fiscal 1988 diperkirakan berjumlah 45,1 triliun Yen, yakni kenaikan sebesar 9,5% dari tahun fiscal 1987. Pemasukan ini serta pemasukan non-pajak masih meninggalkan kekuarangan sebesar 8,8triliun Yen yang ditutupi dengan pengeluaran pemerintah. Jumlah ini kurang 1,7 triliun Yen dari volume yang dikeluarkan tahun sebelumnya. Ratio ketergantungan pada pembiayaanhutang untuk tahun yang bersangkutan adalah 15,6% yakni turun dari tingkat 19,4% pada tahun 1987. Sementara itu, biaya-biaya pembayaran hutang meningkat sebesar 1,6% menjadi 11,5 triliun Yen.
Investasi fiscal dan program pinjaman, yang terpisah dari belanja umum dan kerap disebut “anggaran kedua” menyediakan pembiayaan sebesar 29,6 triliun Yen dalam tahun fiscal 1988, naik 9,4% dari tahun sebelumnya.
Sumber Data :
Wakaba, Shinjuku-ku, 1989. Jepang Dewasa Ini – Royal wakaba, International Society For Educational Infromation, Tokyo – Japan.
Badan Manajemen dan Koordinasi, Nihon no tokei (Statistik Jepang), 1987 Kementerian Perdangan Internasional dan Industri, Tsusho hakusho. (Buku Putih mengenai Perdagangan Internasional ), 1987.
^ "http://www.skillclear.co.uk/japan/default.asp"
^ "The State of World Fisheries and Aquaculture 2006". FAO Fisheries and Aquaculture Department FAO. 2007. ISBN 978-92-5-105568-7. Diakses 2009-03-02.
^ The World Almanac and book of facts 2008. World Almanac Books. 2008. hlm. 94. ISBN 1-60057-072-0.
^ http://news.bbc.co.uk/1/hi/sci/tech/4118990.stm Japanese whaling 'science' rapped
Inohara, Hideo, 1990, Human Resource Development in Japanese Companies, Asian Productivity Organization, Tokyo, hlm. 4
Whitehill, Arthur M., 1991, Japanese Management: Tradition and Transition, Routledge, London, hlm. 130
Sekiguchi, Sueko. Japanese Direst Foreignt Investment. USA: Publications Press, Inc., 1979, hlm. 7-9
http://kushnirs.org/macroeconomics/gni/gni_japan.html
http://theglobalintelligence.com/2012/04/03/poverty-in-japan/
KemenKeu, Boeki Tokei (Statistik Perdagangan)
Shinjuku-ku, Wakaba. 1989. Jepang Dewasa Ini. International Society for Education Information, inc., Tokyo, Japan
Sakamato, Taro. 1992. Jepang dulu dan sekarang (Japanese History). International Society for Educatinal Information Press, Inc., Chuo-ku, Tokyo, Japan.
President Akiyama, Teruji. 1989. Sebuah Pedoman Saku Jepang, Foreign Press Center, Japan.

Hello Am Mrs, Morgan debra Am pemberi pinjaman pinjaman yang sah dan dapat diandalkan memberikan pinjaman
BalasHapuspada syarat dan ketentuan yang jelas dan dimengerti pada tingkat bunga 2%. dari
$ 12.000 untuk $ 7.000.000 USD, Euro dan Pounds Hanya. Saya memberikan Kredit Usaha,
Pinjaman Pribadi, Pinjaman Mahasiswa, Kredit Mobil Dan Pinjaman Untuk Bayar Off Bills. jika Anda
membutuhkan pinjaman apa yang harus Anda lakukan adalah bagi Anda untuk menghubungi saya secara langsung
di: morgan debra 1986@gmail.com
Semoga Tuhan Memberkati.
Salam,
Mrs Morgan debra
Email: morgandebra1986@gmail.com
Catatan: Semua balasan harus kirim ke: morgandebra1986@gmail.com
Halo,
BalasHapusSaya Nyonya Grace Michael, pemberi pinjaman pinjaman swasta yang meminjamkan kesempatan waktu hidup. Apakah Anda perlu pinjaman mendesak untuk melunasi utang Anda, atau Anda membutuhkan pinjaman untuk meningkatkan bisnis Anda? Anda telah ditolak oleh bank dan lembaga keuangan lainnya? Apakah Anda membutuhkan pinjaman konsolidasi atau hipotek? mencari lebih karena kami berada di sini untuk membuat semua masalah keuangan Anda sesuatu dari masa lalu. pinjaman untuk individu yang membutuhkan bantuan keuangan, yang memiliki kredit buruk atau membutuhkan uang untuk membayar tagihan, untuk berinvestasi dalam bisnis pada tingkat 2%. Saya ingin menggunakan media ini untuk memberitahu Anda bahwa kami memberikan bantuan handal dan penerima dan akan bersedia untuk menawarkan pinjaman. Jadi hubungi kami hari ini via email di:
(gracemichael901@gmail.com)
Terima kasih
Halo,
BalasHapusIni untuk memberi tahu masyarakat bahwa Nyonya Charity White, pemberi pinjaman swasta memiliki kesempatan finansial untuk semua orang yang membutuhkan bantuan keuangan, membayar tagihan, untuk berinvestasi dalam bisnis baru atau untuk meningkatkan bisnis Anda. Kami memberikan pinjaman dengan bunga sebesar 2% kepada perusahaan dan perorangan. Ini tidak memerlukan banyak dokumen, juga syarat dan ketentuan yang jelas dan peka. Hubungi kami via e-mail: (charitywhitefinancialfirm@gmail.com) Kami akan memberikan layanan terbaik kami.