Selasa, 18 Maret 2014

JEPANG "Negri Sakura Sejuta Impian"





Mari kita bahas sekilas tentang Perekonomian di Negri Sakura Sejuta Impian ini yaitu JEPANG. Kenapa disebut dengan Jepang Sejuta Impian ? karena dibalik warna bendera mereka yang simpel, orang orang jepang itu mempunyai semangat jiwa yang besar untuk terus berkarya dan berkarya. Banyak yang mereka hasilkan dari mulai alat transportasi, elektronik dan masih banyak lagi .. Mereka juga mengeksport kan barang semua yang mereka hasilkan ke berbagai negara salah satunya negara kita ini Indonesia. Untuk lebih banyak mengetahui tentang Jepang "Negri Sakura Sejuta Impian" ini mari simak dibawah untuk lebih lanjut !

Sejak periode Meiji (1868-1912), Jepang mulai menganut ekonomi pasar bebas dan mengadopsi kapitalisme model Inggris dan Amerika Serikat. Pada awal periode Meiji, pemerintah membangun jalan kereta api, jalan raya, dan memulai reformasi kepemilikan tanah. Pemerintah membangun pabrik dan galangan kapal untuk dijual kepada swasta dengan harga murah. Sebagian dari perusahaan yang didirikan pada periode Meiji berkembang menjadi zaibatsu, dan beberapa di antaranya masih beroperasi hingga kini.
 Contoh Commuterline yang di Ekspor ke Indonesia 



Salah satu hasil karya Jepang "Monorel" masa kini "Modern".

Pertumbuhan ekonomi riil dari tahun 1960-an hingga 1980-an sering disebut "keajaiban ekonomi jepang", yakni rata-rata 10% pada tahun 1960-an, 5% pada tahun 1970-an, dan 4% pada tahun 1980-an. Dekade 1980-an merupakan masa keemasan ekspor otomotif dan barang elektronik ke Eropa dan Amerika Serikat sehingga terjadi surplus neraca perdagangan yang mengakibatkan konflik perdagangan. Setelah ditandatanganinya Perjanjian Plaza 1985, dolar AS mengalami depresiasi terhadap yen. Pada Februari 1987, tingkat diskonto resmi diturunkan hingga 2,5% agar produk manufaktur Jepang bisa kembali kompetitif setelah terjadi kemerosotan volume ekspor akibat menguatnya yen. 

Jepang adalah perekonomian terbesar nomor dua di dunia setelah Amerika Serikat.


Jepang adalah negara pengimpor hasil laut terbesar di dunia (senilai AS$ 14 miliar). Jepang berada di peringkat ke-6 setelah RRC, Peru, Amerika Serikat, Indonesia, dan Chili, dengan total tangkapan ikan yang terus menurun sejak 1996.


Menurut sensus tahun 1950, sekitar 50% angkatan kerja berada di bidang pertanian. Sepanjang "masa keajaiban ekonomi Jepang", angkatan kerja di bidang pertanian terus menyusut hingga sekitar 4,1% pada tahun 2008.

Jepang adalah Negara kepulauan yang terdiri dari 6.852 pulau dan secara administratif terdiri atas 47 perfektur. Populasi penduduk Jepang saat ini telah mencapai lebih dari 126 juta jiwa. 

Keberhasilan-keberhasilan pembangunan ekonomi di Jepang sangat dipengaruhi oleh andil masyarakatnya. Dalam perencanaan pembangunannya, Jepang terkenal dengan zenso (otonomi daerah) dan machizukuri-nya (community participation). Sistem perencanaan pembangunan di Jepang adalah sistem yang kompleks yang diantaranya mencakup pengendalian legal dan legislatif, rencana pembuatan (plan-making), rencana pemanfaatan lahan (land use planning), zonasi (zonning), pengendalian kepadatan penduduk,dll.

Rencana Pembangunan Nasional Komprehensif (RPNK) Jepang didasarkan pada Comprehensive National Land Development Act tahun 1950. RPNK tersebut ditetapkan oleh perdana menteri dengan terlebih dahulu berkonsultasi dengan menteri terkait.


Rencana Pertama telah disetujui pada tahun 1962. Pada periode ini, pembangunan juga ditekankan pada pengembangan ekonomi dan struktur kepegawaian untuk mencapai perumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Rencana Kedua diumumkan pada tahun 1969 dan dirancang untuk melanjutkan Rencana Pertama dengan membangun jaringan transportasi bermotor dan sistem Shinkansen (kereta cepat) di seluruh wilayah Jepang serta melanjutkan proyek pengembangan industri, termasuk upaya relokasi industri dari daerah padat (removal areas) ke daerah yang kurang berkembang atau disebut “promotion areas”.

Rencana Ketiga diluncurkan tahun 1979 dengan menetapkan suatu skema penciptaan kualitas lingkungan huni yang mandiri. Strategi pada periode ini merupakan strategi pendukung bagi rencana pembangunan dan pengembangan industri pada periode sebelumnya.

Rencana Keempat dijalankan dari tahun 1989 hingga tahun 2000 (15 tahun). Sedangkan mulai periode ini, Jepang dibagi dalam 2 daerah NCR,yakni Area Tokyo Metropolitan dan “Daerah Luar” atau “Outer Areas”. Strategi ini bermaksud agar pengembangan NCR berfungsi sebagai pusat nasional dan internasional, kegiatan politik, ekonomi dan budaya.

Rencana Kelima diumumkan pada bulan Maret 1998 dan mulai dilaksanakan awal tahun 2001 hingga sekarang yang diwujudkan dalam sebuah “Grand Design For the 21st Century” dengan menekankan pada keseimbangan pembangunan untuk mencapai kemandirian daerah dan penciptaan Tanah Nasional Indah (Promotion of Regional Independence and Creation of Beautiful National Land).

Sogo Kaihatsu Kaikaku atau lebih dikenal dengan zenso. Zenso merupakan perwujudan dari otonomi daerah di Jepang. Sasaran utama program Zenso berupa upaya pembangunan merata lewat pemberdayaan dan pengembangan potensi daerah masing-masing untuk pembangunan ekonomi daerah yang semuanya terjalin dalam satu konsep wide-area life zones.

Zenso diwujudkan dalam 4 (empat) tahapan program pembangunan,yaitu:

•Zenso I (1962-1967) menekankan pada konsep pembangunan fisik. Konsep pertama diarahkan pada upaya penciptaan Kota-kota Industri Baru (seperti Niigata, Central Hokkaido, Matsumoto Suwa) dan Lokasi Pembangunan Industri Khusus (seperti Kashima, Harima).

•Zenso II (1969-1975), pembangunan difokuskan pada pengembangan new nationwide networks seperti telekomunikasi, transportasi udara, kereta ekspres (shinkansen), highways, pelabuhan laut dan sebagainya, serta pembangunan industri-industri berskala besar, khususnya di kota-kota industri.

•Zenso III (1977-1985) yang tak kalah penting juga adalah penyebaran kegiatan-kegiatan industri (industrial dispersion) ke tingkat-tingkat daerah guna menekan konsentrasi kegiatan industri pada kota-kota besar tertentu saja, seperti Osaka dan Nagoya.


•Zenso IV (1987-2000) mengupayakan pembentukan multi-polar nation yang tersebar, mengingat eskalasi masalah-masalah sosial terutama di kota Tokyo cukup besar. Selain itu penyebaran jaringan informasi canggih dan pembangunan infrastruktur di luar Tokyo terus dilakukan guna menghindari konsentrasi pembangunan di satu kawasan saja.

REFERENSI


http://www.country-data.com/cgi-bin/query/r-7048.html


http://www.fao.org/newsroom/common/ecg/1000850/en/fishtradefacts08b.pdf


The World Almanac and book of facts 2008. World Almanac Books. 2008. hlm. 94


http://www.stat.go.jp/data/roudou/longtime/03roudou.htm 

http://www.mlit.go.jp/kokudokeikaku/zs5-e/index.html
 
http://www.gdrc.org/uem/observatory/jp-overview.html





3 komentar:

  1. ko tentang anime nya g da?
    T-T
    hrz nya d bhs donk
    T-T

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini tentang perekonomian ya mas bukan cartoon .. terima kasih

      Hapus
  2. :D
    tpi kan itu termaksud bu
    krna dapat menghasilkan pemasukan jga
    :D

    BalasHapus