Senin, 20 Maret 2017

Tugas 1 Soft Skill, Akuntansi Internasional

Judul Penelitian :
Tingkat Suku Bunga dan Inflasi Pengaruhnya Terhadap Return On Asset (ROA) 
Pada Industri Perbankan Yang Go Public Di Bursa Efek Indonesia

Nama Peneliti :
Glenda Kalengkongan
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Manajemen 
Universitas Sam Ratulangi Manado
e-mail : Glusye@yahoo.co.id
ISSN 2303-1174
Jurnal EMBA Vol. 1 No. 4 Desember 2013. Hal 737 - 747

ABSTRAKSI

Perkembangan perekonomian yang semakin pesat meningkatkan upaya perusahaan perbankan untuk menunjang kelancaran kegiatan operasinya. Industri perbankan yang go public di BEI meneliti tentang pengaruh tingkat suku bunga dan inflasi terhadap return on asset (ROA). Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisa pengaruh tingkat suku bunga dan inflasi terhadap Retun On Asset (ROA) pada industri perbankan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan pemerintah yang terdaftar di BEI dari tahun 2009 sampai tahun 2011, dan sampel yang memenuhi kriteria sebanyak 4 bank pemerintah. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial dan simultan tingkat suku bunga dan inflasi berpengaruh terhadap profitabilitas yang diukur dengan ROA. Tingkat suku bunga berpengaruh signifikan dan positif terhadap profitabilitas yang diukur dengan ROA, dan Inflasi berpengaruh signifikan dan negative terhadap profitabilitas yang diukur dengan ROA menunjukkan tinggi rendahnya inflasi menyebabkan lambannya pergerakan aset makro. Bank pemerintah dapat menstabilkan nilai tingkat suku bunga dan inflasi terhadap keuangan perbankan sehingga perusahaan dapat meningkatkan laba.
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Industri perbankan Indonesia dihadapkan pada masalah ketidakpastian baik mengenai tingkat suku bunga dan inflasi. Pinjaman kredit yang disalurkan oleh bank digunakan untuk pembangunan ekonomi. Pengelolaan aktiva dan pasiva sangat penting bagi manajemen keuangan bank. Kegiatan yang terdapat pada sisi aktiva meliputi penyaluran dana masyarakat atau nasabah, sedangkan pada sisi pasiva kegiatan bank meliputi penghimpunan dana dari masyarakat seperti tabungan, giro dan deposito.

Suyatno (2005:153) mendefinisikan bahwa bank merupakan suatu bentuk badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup rakyat. Melalui perkreditan dan berbagai jasa yang diberikan, bank melayani kebutuhan pembiayaan serta melancarkan mekanisme sistem bagi semua sektor perekonomian, bank melancarkan arus barang dan jasa dari produsen kepada konsumen.

Perkembangan tingkat suku bunga yang ditetapkan oleh bank dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal bank. Faktor internal meliputi struktur aktiva produktif bank yang sebagian returnnya sangat dipengaruhi oleh fluktuasi suku bunga SBI, sedangkan faktor eksternal yang berpengaruh pada banyaknya nasabah yang masih menunggu penurunan tingkat suku bunga sebelum mengajukan pinjaman kepada bank. Salah satu pendekatan dalam menganalisa manajemen keuangan adalah melalui pendekatan neraca dengan melihat secara utuh sebagai satu kesatuan.

Tinggi rendahnya tingkat inflasi dinilai memberi pengaruh positif maupun negatif terhadap pergerakan harga saham sesuai dengan tingkat inflasi itu sendiri. Tingkat inflasi yang tinggi akan menurunkan harga saham aset perbankan, sementara tingkat inflasi yang sangat rendah akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi menjadi sangat lamban sehingga pada akhirnya berpengaruh terhadap lambannya pergerakan aset perbankan (Samsul, 2006:201).

Bank persero merupakan bank pemerintah sebagian besar seluruh saham perusahaan dimiliki oleh pemerintah indonesia atau BUMN (badan usaha milik negara Indonesia). Undang-undang Nomor 19 Tahun 2003 mendefinisikan BUMN merupakan badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara bertujuan untuk menyediakan barang atau jasa bagi masyarakat.

Tujuan Penelitian

Untuk menganalisa apakah tingkat suku bunga dan inflasi berpengaruh secara simultan dan parsial terhadap Return On Asset  (ROA) pada bank pemerintah di Bursa Efek Indonesia.

TINJAUAN PUSTAKA

Return On Asset (ROA)

Fahmi (2011:2)  berpendapat bahwa kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan – aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar. Penelitian ini menggunakan kinerja keuangan dari sisi profitabilitas yaitu return on asset (ROA), dimana ROA memfokuskan kemampuan perusahaan untuk memperoleh earning dalam operasi perusahaan. Semakin besar tingkat ROA menunjukkan kinerja keuangan yang semakin baik, karena tingkat kembalian returnnya semakin besar. Rasio ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

ROA =  Laba setelah pajak
       Total aset              x 100%

Suku Bunga dan Inflasi

Dendawijaya (2006:103) tingkat suku bunga merupakan salah satu instrument konvensional untuk mengendalikan laju inflasi, dimana inflasi yang tinggi akan menyebabkan menurunnya profitabilitas suatu perusahaan. Suku bunga dibedakan menjadi dua macam yaitu suku bunga nominal adalah tingkat bunga yang dapat dilihat diamati dalam pasar, dan suku bunga rill adalah konsep mengukur tingkat bunga setelah suku bunga nominal dikurangi dengan laju inflasi yang diharapkan. Sedangkan menurut Kasmir (2010:40) menjelaskan suku bunga adalah bunga yang diberikan kepada para peminjam atau nasabah atas harga yang harus dibayar kepada pihak bank. Faktor yang mempengaruhi penetapan tingkat suku bunga yaitu: kebutuhan dana, jangka waktu, target laba yang diinginkan, kualitas jaminan, kebijaksanaan pemerintah, reputasi perusahaan, hubungan baik, dan produk yang kompetitif
Abdullah (2010:60), mendefinisikan inflasi sebagai suatu keadaan yang mengindikasikan semakin melemahnya daya beli yang diikuti dengan merosotnya nilai rill mata uang suatu negara. Penyebab terjadinya inflasi terbagi dalam tiga bagian yaitu : (a) tarikan permintaan (demand - pull inflation), terjadi apabila permintaan agregat meningkat lebih cepat dibandingkan dengan potensi produktif perekonomian. (b) dorongan biaya (cost - push inflation), terjadi apabila adanya depresiasi nilai tukar, peningkatan harga - harga komoditi yang diatur oleh pemerintah dan terganggunya distribusi. Sedangkan (c) ekspektasi inflasi (inflation expectation), terjadi apabila perilaku masyarakat dan pelaku ekonomi lebih cenderung bersifat adaptif (forward looking).

Kasmir (2010:40) menyatakan inflasi adalah proses kenaikan harga barang secara umum dan terus menerus dalam waktu periode yang diukur dengan menggunakan indeks harga. Tingkat pengembalian investasi saham berkorelasi positif dengan nilai rill dan tingkat pengembalian investasi berkorelasi negative dengan tingkat suku bunga dan inflasi. Indeks harga dalam mengukur inflasi antara lain: (a) indeks harga konsumen, digunakan untuk mengukur biaya -biaya barang dan jasa yang dibeli untuk menunjang kebutuhan hidup sehari – hari dengan perubahan indeksharga dari tahun ketahun. (b) indeks perdagangan besar, merupakan usaha yang menitik beratkan pada sejumlah barang pada tingkat perdagangan besar. Ini berarti harga bahan mentah atau bahan jadi masuk dalam perhitungan indeks harga, dan (c) gross net product (GNP) deflator, merupakan suatu jenis indeks harga yang sangat berbeda dengan dua jenis indeks diatas yang mencangkup dalam jumlah barang dan jasa yang jumlah perhitungannya menjadi lebih banyak dibanding dengan dua indeks diatas.

Fungsi keuangan erat hubungannya dengan berbagai fungsi lain yang menyebabkan fungsi  keuangan merupakan aspek yang sangat penting dalam mengatur tingkat suku bunga dan aset dalam perusahaan, sedangkan tugas manajemen keuangan adalah mengambil keputusan investasi, pendanaan dan likuiditas dengan tujuan memaksimumkan kemakmuran pemegang saham.

Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan ikhtisiar mengenai keadaan keuangan suatu perusahaan pada saat tertentu. Laporan keuangan dapat menyediakan informasi posisi keuangan dan kinerja keuangan masa lalu, sekarang dan dimasa yang akan datang. Munawir (2009:21) berpendapat bahwa laporan keuangan dapat menyediakan infomasi antara lain pengambilan keputusan investasi, keputusan pemberian kredit, penilaian aliran kas, penilaian sumber ekonomi, menganalisa perubahan yang terjadi terhadap sumber dana, melakukan klaim terhadap sumberdana, dan menganalisa penggunaan dana.

Hanafi (2008:45) laporan keuangan yang digunakan untuk perbandingan internal yaitu membandingkan kinerja keuangan saat ini dengan kinerja keuangan keuangan pada masa lalu dan yang akan datang dalam suatu perusahaan. Sedangkan perbandingan eksternal yaitu membandingkan kinerja keuangan perusahaan dengan perusahaan yang sejenis dengan rata –rata industri pada saat yang sama.

Kerangka Konseptual
Hipotesis

Hipotesis penelitian sebagai berikut :


H1 = Tingkat suku bunga dan inflasi signifikan secara simultan terhadap return on asset (ROA) pada industri perbankan yang go public di BEI periode 2009 – 2011.



H2 =  Tingkat suku bunga berpengaruh signifikan secara parsial terhadap return on asset (ROA) pada industri perbankan yang go public di BEI periode 2009 – 2011.


H3 = Inflasi berpengaruh signifikan secara parsial terhadap return on asset (ROA) pada industri perbankan yang go public di BEI periode 2009 – 2011.

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian adalah asosiatif. Penelitian asosiatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan pengaruh tingkat suku bunga dan inflasi sebagai variabel bebas (Independent) terhadap return on asset (ROA) sebagai variabel terikat (Dependent). Populasi penelitian ini adalah 4 perusahaan bank pemerintah (Persero) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Data yang digunakan pada penelitian ini data bersifat dokumenter yaitu dengan cara mendownload di Bursa Efek Indonesia dan Bank Indonesia. Daftar Perusahaan bank pemerintah (persero) yang menjadi sampel penelitian yaitu PT. Bank Negara Indonesia (Persero), PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), PT. Bank Tabungan Negara (Persero), dan PT. Bank Mandiri (Persero).



Definisi operasional (1) tingkat suku bunga (X1) yaitu suku bunga rill bulanan pada tahun 2009 - 2011, pada penelitian ini tingkat suku bunga diukur dengan persentase (%). (2) inflasi (X2) yaitu kenaikan harga barang yang diukur dengan menggunakan indeks harga konsumen (IHK). (3) return on asset (Y) yaitu tingkat rasio profitabilitas yang digunakan untuk mengukur keuntungan laba pajak yang dihasilkan dari total aset bank.


Metode Analisis

Analisa Regresi Berganda

Metode yang digunakan adalah regresi linear berganda, digunakan untuk menguji apakah hipotesis penelitian terbukti signifikan atau tidak. Secara sistematik persamaan tersebut dirumuskan sebagai berikut :

            Y = α + β1 X1 + β2 X2 + ε

Dimana :          Y         = pertumbuhan laba
                                    α          = konstanta
                                                β1 2    = koefisien regresi
                                                            X1        = suku bunga
                                                                        X2          = inflasi
                                                                                    ε           = residual

Uji Asumsi Klasik

Hasil pengujian hipotesis yang tidak melanggar empat asumsi yang mendasari model regresi linear. Empat asumsi tersebut adalah :

1.      Normalitas
            Uji normalitas digunakan untuk menentukan apakah variabel berdistribusi normal atau tidak dari grafik probability plot, dengan melihat nilai sinifikan variabel apakah nilai signifikan lebih besar dari konstanta 5% maka menunjukkan distribusi data normal.

2.      Uji Multikolinearitas
            Uji multikolinearitas digunakan untuk melihat bertambahnya variabel bebas (independent) dalam model regresi. Uji ini dilakukan dengan melihat Variance Inflating Factor (VIF) dan Tolerance Value. Batas VIF adalah 10 dan Tolerance Value 0,1. Jika Variance Inflating Factor (VIF) dibawah 10 maka tidak terjadi multikolinearitas, sebaliknya Tolerance Value diawah 0,1 maka terjadi multikolinearitas.

3.      Uji Heteroskedastisitas
            Uji heteroskedastisitas menggunakan metode chart (diagram scatterplot) menyatakan bahwa:
·         Jika titik – titik yang membentuk suatu pola tertentu yang beraturan bergelembung dan melebar, maka terjadi heteroskesdastisitas.
·         Jika plot menyebar keatas dan dibawah angka 0 (nol) pada sumbu Y, membuktikan bahwa variabel bebas terbebas dari heteroskesdastisitas maka memenuhi uji heteroskesdastisitas.

4.      Uji Autokorelasi
            Uji autokorelasi digunakan untuk menunjukkan gangguan yang masuk dalam regresi dengan menggunakan koefisien durbin - watson. Uji statistik durbin - watson yaitu membandingkan angka durbin - watson dengan nilai kritisnya. Jika durbin - watson lebih besar dari nilai kritisnya maka tidak terjadi autokorelasi. Sebaliknya Jika durbin - watson
lebih kecil dari nilai kritisnya maka terjadi autokorelasi.

Uji Hipotesis 

Uji F 
Uji F digunakan untuk melihat apakah ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen dan variabel dependen secara simultan. Cara yang digunakan adalah dengan membandingkan Fhitung dengan Ftabel l pada taraf signifikansi (α) tertentu.

Uji t

Uji t digunakan untuk mengetahui faktor fundamental yang paling berpengaruh pada variabel independen secara parsial. Uji t menguji pengaruh masing – masing variabel bebas yaitu suku bunga (X1) dan inflasi (X2) berpengaruh secara masing – masing terhadap profitabilitas yang diukur dengan Return on Assets (ROA) dengan cara melakukan perbandingan antara nilai thitung dengan nilai ttabel pada α = 0,05.